Tampilkan postingan dengan label sains. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sains. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Mei 2013

Ditemukan Spesies Ikan Aneh di Antartika

Lautan memang menyimpan segudang misteri dan belum semua isi lautan dalam dieksplorasi oleh manusia. Misteri di lautan dalam kembali terkuak dengan ditemukannya spesies ikan baru berbentuk aneh.

Pada tahun 2009 sampai 2010, pelaut asal Ukraina memancing di perairan beku Samudera Antartika dan berhasil mendapat tiga ikan yang bentuknya masih tampak sangat asing, belum pernah terlihat sebelumnya.
 

Menurut hasil analisis para peneliti, ikan tersebut adalah spesies yang baru pertama kali ditemukan. Pada hasil penelitian yang diterbitkan di Jurnal ZooKeys itu, ikan tersebut dijuluki Hopbeard Plunderfish, dan memiliki nama ilmiah Pogonophryne neyelovi.

Ikan spesies terbaru ini terlihat sangat aneh, warna tubuhnya kecoklatan, memiliki bentuk seperti kecebong (anak kodok). Di sepanjang punggungnya, tumbuh sirip tajam yang membentang hingga ke belakang. Dan, di bawah mulut tumbuh sungut.

Dari tiga ikan yang berhasil ditangkap, ukuran yang paling besar memiliki panjang 14 inci, atau setara 35,5 sentimeter.

Meski tidak benar-benar aneh, ikan yang diperkirakan hidup di kedalaman 1.390 meter, atau setara 4.560 kaki ini, memiliki bentuk yang unik. Hopbeard Plunderfish memiliki hati yang sangat besar, hampir 35 persen perutnya diisi oleh hati.

Belum ada yang mengetahui perilaku spesies ikan ini ketika berada di lautan dalam. Seperti dilansir Live Science, hasil penelitian ini sudah bisa dilihat di Jurnal ZooKeys yang diterbitkan pada 30 April 2013, dengan judul "Pogonophryne neyelovi, a new species of Antarctic short-barbeled plunderfish from the deep Ross Sea".






Sumber:
viva

Senin, 01 April 2013

Sering Melamun Jadi Lebih Cerdas?

Orang dengan pikiran kerap mengembara kemungkinan mempunyai otak lebih tajam.

Sebuah studi menunjukkan bahwa orang yang terus menerus "terganggu" ternyata mempunyai "memori kerja" lebih banyak. Hal tersebut membuat mereka bisa melakukan dua hal bersamaan dalam satu waktu.

 

Psikolog dari University of Wisconsin-Madison, Daniel Levinson, mengatakan mereka yang mempunyai kapasitas memori kerja lebih tinggi dilaporkan lebih sering melamun selama mengerjakan tugas-tugas sederhana meskipun prestasi mereka tidak meragukan.

Partisipan dalam penelitian ini harus menekan tombol sebagai respons terhadap munculnya huruf tertentu di layar atau menekan pada waktu yang tepat. Para peneliti mengecek secara rutin untuk mengetahui apakah pikiran mereka mengembara. Pada akhir penelitian, para ilmuwan mengukur kapasitas memori kerja partisipan, memberi mereka skor untuk kemampuan dalam mengingat sekumpulan huruf diselingi dengan pertanyaan matematika yang mudah.


Levinson mengatakan dibutuhkan lebih banyak ruang kerja mental, misalnya, untuk menambahkan dua angka yang diucapkan tanpa menuliskannya. Kapasitas tersebut dihubungkan dengan pengukuran umum kecerdasan seperti membaca secara menyeluruh dan skor IQ.

Studi terbaru ini menggarisbawahi betapa pentingnya memori kerja untuk membantu otak fokus dalam masalah-masalah yang paling sulit.

Hasil dari penelitian Levinson itu dipublikasikan secara online di Psychological Science. Ini pertama kalinya sebuah penelitian menunjukkan hubungan antara pikiran yang sering mengembara alias melamun dengan kecerdasan.





Sumber:
zonapencarian

Senin, 18 Maret 2013

Internet Terganggu? Mungkin Karena Letupan ini...

Badan Antariksa dan Aeronautika Nasional (NASA) mengungkapkan matahari meletupkan partikel radiasi korona (CME) ke arah bumi pada Jumat (15/3)

"Matahari meletupkan partikel radiasi korona (CME) ke arah bumi dan dampaknya dapat dirasakan pada satu atau tiga hari setelah kejadian tersebut," kata laman resmi NASA www.nasa.gov pada Ahad (17/3).
 

Badan tersebut mengungkapkan, dampak radiasi dapat berupa gangguan kinerja terhadap peralatan elektronik di satelit dan bumi.

Pengamatan dari Badan Pengawas Urusan Terestrial Surya (STEREO) dan Badan Pengawas Heliosfer dan Surya dari NASA menjelaskan kecepatan letupan mencapai sekitar 1.448 kilometer per detik.

"Jika merunut pada sejarah, letupan radiasi matahari dengan kecepatan tersebut menyebabkan dampak menengah hingga berat kepada bumi," kata laman NASA itu.

Selain itu, NASA memberi peringatan kepada operator pesawat antariksa Spitzer dan Messenger bahwa gelombang radiasi badai matahari akan melalui kedua sarana tersebut.

"Kejadian tersebut hanya berdampak kecil pada pesawat antariksa dan perlu diperhatikan oleh operator pesawat karena partikel surya bisa menganggu peralatan elektronik dalam komputer," kata laman NASA.

Badai radiasi korona, yang langsung mengarah ke bumi, dapat menyebabkan fenomena cuaca antariksa, seperti, badai geomagnetis ketika bergesekan dengan selubung magnet bumi, magnetosfer, selama beberapa saat.

Badai radiasi korona adalah fenomena di bintang matahari, yang dapat melepaskan partikel tenaga surya ke ruang angkasa.






Sumber:
Antara - metrotvnews

Sabtu, 16 Maret 2013

Ada Partikel Aneh di Perut Bumi

Para ilmuwan telah mengidentifikasi partikel misterius di dalam Bumi. Partikel aneh yang disebut geoneutrino atau bagian dari partikel antimateri neutrino (partikel dasar yang memiliki massa sangat kecil sehingga dapat menembus Bumi), menurut para ilmuwan, bersembunyi jauh di bawah permukaan Bumi.

setiap partikel bermateri memiliki partikel berlawanan, yaitu partikel antimateri. Partikel antimateri ini memiliki muatan yang berlawanan, dan saat kedua partikel ini bertemu, keduanya saling menghilangkan.

Partikel geoneutrino bukan sembarang partikel. Ilmuwan menyebutkan, partikel ini bisa saja mengungkapkan berapa banyak panas yang dihasilkan Bumi, dan bisa mengonfirmasi bahwa Bumi terbentuk dari materi matahari.



Ilustrasi / sciencedaily.com



Mesin Panas Raksasa

Bagaimana partikel aneh ini terbentuk? Penulis studi yang juga fisikawan di Gran Sasso National Laboratory Italia, Aldo Ianni menjelaskan, saat Bumi terbentuk, elemen-elemen radioaktif torium dan uranium  tersebar pada bagian dalam Bumi dengan konsentrasi berbeda, baik pada kerak Bumi maupun lapisan Bumi.

Kemudian elemen tersebut secara radioaktif membusuk, dan mengeluarkan panas, membentuk partikel subatomik yang dikenal sebagai geoneutrino.

Panas yang terbentuk dari pembusukan ini merupakan mesin yang menggerakkan gerakan kental, mencarikan materi yang membentuk lapisan bumi.

Hal ini dapat menggeser lempeng tektonik yang kemudian menyebabkan gempa Bumi.

Peneliti memiliki model untuk memprediksi berapa banyak panas yang dihasilkan di dalam Bumi. Untuk mengukurnya terasa rumit mengingat terletak bermil-mil di bawah permukaan.

"Jika Anda ingin memahami berapa banyak panas yang dihasilkan oleh unsur-unsur radioaktif ini, satu-satunya cara untuk memahami yaitu yang disebut panas radiogenik melalui geoneutrino," kata Ianni.

 
Partikel Kecil

Untuk melakukan hal itu, para peneliti di laboratorium bawah tanah Gran Sasso, dengan kedalaman hampir satu mil di bawah sebuah gunung di Italia, mencari sinyal di kolam besar berisi minyak cair yang berkilau atau kolam yang menghasilkan kilatan cahaya saat partikel seperti proton melewati kolam tersebut.

Ianni mengatakan, saat geoneutrino melewati cairan berkilau, partikel ini bertemu proton dan memancarkan positron dan kemudian neutron, menciptakan sinyal khas.

Banyak dari partikel-partikel aneh ini pada awalnya diidentifikasi berasal dari reaktor nuklir pembangkit listrik.

Tapi, dengan mengukur tingkat energi neutrino, geoneutrino ini bisa mengisolasi 30 persen tingkat energi neutrino yang berasal dari lapisan bumi.

Partikel geoneutrino tercipta dari pembusukan radioaktif torium dan uranium dalam sebuah reaksi yang mengeluarkan sejumlah panas.

Akibatnya, seberapa sering para peneliti menemukan partikel ini dapat mengungkapkan jumlah elemen radioaktif yang bersembunyi di lapisan Bumi, dan pada gilirannya mengetahui berapa banyak panas yang dihasilkan.

Bila perkiraannya tepat, maka ini membantu para ilmuwan memperbaiki pengetahuan mereka tentang lempeng tektonik.

Tak hanya itu, kata Ianni, partikel ini juga dapat mengonfirmasi teori bahwa Bumi terbentuk dari matahari.

Meteorit yang berasal dari sejarah awal Tata Surya mengandung rasio khusus uranium dan torium yang sangat erat mencerminkan komposisi permukaan matahari.

Dengan membandingkan rasio dengan jumlah unsur radioaktif yang ditemukan di dalam bumi, dapat mengkonfirmasi asal usul matahari Bumi.

Temuan ini telah dirinci pada jurnal preprint arXiv.org pada 11 Maret 2013.





Sumber:
viva

Kamis, 07 Maret 2013

Awalnya Unta Mahluk Kutub Es ?

Unta dikenal sebagai binatang yang hidup di daerah gurun dan kering. Namun, pada masa lalu di pertengahan era Pliosene, moyang hewan ini ternyata pernah hidup di daerah dingin, sangat dekat dengan kutub.

Fakta ini terungkap dari hasil temuan fosil unta oleh tim peneliti di Canadian Museum of Nature di Ottawa.
 
 
Tim peneliti yang dikomandani oleh paleobiolog Natalia Rybczynski berhasil menemukan fosil unta yang diperkirakan berusia 3,5 juta tahun di Pulau Ellesmere. Pulau itu terletak di bagian paling utara Kanada, Nunavut.

“Fosil ini adalah bukti pertama yang menunjukkan bahwa unta pernah hidup di daerah itu,” kata Rybczynski kepada Livescience.

“Temuan ini mengejutkan kami. Sebabnya, kita sering mengasosiasikan unta sebagai hewan yang hidup di habitat beriklim kering (arid) dan setengah kering (semi-arid),” urainya lagi.

Ada 30 buah tulang yang merupakan bagian tulang kering fosil unta yang berhasil ditemukan tim peneliti. Tulang-tulang itu kemudian diidentifikasi menggunakan metode collagen fingerprinting. Jumlah protein, bernama Kolagen Type I, yang terkandung dalam tulang tersebut dihitung.

Berdasarkan hasil analisis yang dipublikasikan pada Jurnal Nature Communications kemarin, terungkap bahwa nenek moyang unta yang ditemukan berusia 3,5 juta tahun dan ukurannya 1/3 kali lebih besar daripada unta modern yang hidup saat ini.

Rybczynski mengatakan, kondisi pada masa 3,5 juta tahun lalu memang memungkinkan bagi unta untuk bisa hidup di daerah dekat dengan kutub. Pertengahan era Pliosene itu dikenal dengan kondisinya yang hangat. Suhu global masa itu 2 - 3 derajat Celcius lebih hangat dari suhu saat ini.

Kedepannya, Rybczynski dan timnya berencana untuk meneruskan pencarian unta di daerah sekitar kutub utara. “Kami berharap bisa menemukan bukti lainnya,” kata Rybczynski.
 
 
 
 
 
 
Sumber:

Selasa, 26 Februari 2013

Inilah Alasan Mengapa Pria Lebih Baik dari Wanita dalam Mengemudi

Seringkali terdengar candaan yang mengatakan bahwa wanita tidak mampu mengemudi sebaik pria, hal ini ternyata benar, karena ilmuwan menemukan alasannya. Pria lebih baik saat mengemudi dibanding wanita karena pengaruh hormon testosteronnya.


Ketika mengemudikan mobil atau kendaraan lain, seseorang membutuhkan kendali arah yang baik, hal ini dapat dipengaruhi oleh hormon testosteron. Menurut sebuah studi analitis, testosteron inilah yang menyebabkan kemampuan navigasi spasial pria lebih baik daripada wanita.

"Penelitian yang kami lakukan sebelumnya menunjukkan bahwa wanita yang mendapatkan testosteron mengalami peningkatan ketrampilan dalam hal navigasi," kata Justin Rhodes, profesor psikologi di University of Illinois, yang memimpin penelitian tersebut.

Selain memiliki kemampuan navigasi yang lebih baik, hormon testosteron juga dapat membuat pria lebih adaptif. Sifat adaptif ini memberikan keuntungan bagi pria agar lebih mudah menyesuaikan diri dengan keadaan atau hal-hal yang baru dan menantang.

Rhodes bersama tim peneliti yang lain menganalisa 35 studi lain yang mencakup data tentang rentang kemampuan spasial dari 11 spesies hewan, seperti cumi-cumi, tikus, rusa, kuda, dan lain sebagainya termasuk manusia.

Tim peneliti menemukan bahwa 8 dari 11 spesies tersebut menunjukkan bahwa pejantan atau laki-laki (pada manusia) memiliki kemampuan spasial yang lebih baik dari spesies betina atau perempuan (pada manusia).

"Temuan ini mendukung hipotesis yang seringkali diabaikan, bahwa pria lebih baik dalam hal navigasi spasial atau arah," tambah Rhodes, seperti dilansir Health India.


Sumber :
blogapaaja.com

Senin, 11 Februari 2013

Manusia Jahat Karena Bagian Otak Ini

mengapa manusia bisa bertindak jahat? Karena ada bagian otak yang membuat perilaku ini terjadi. Neurolog asal Jerman, Dr Gerhard Roth, menemukan bagian otak tersebut. Tampak sebagai massa hitam dalam citra sinar X, terletak di bagian depan bawah otak. Massa hitam didapatkan pada hampir setiap pelaku kriminal.

Roth menemukannya ketika mempelajari para pelaku kejahatan di Jerman yang dihukum bertahun-tahun. Studi ini bagian dari upaya Pemerintah Jerman memahami kejahatan. Dalam studi, Roth meminta para pelaku kejahatan itu melihat film pendek sebelum gelombang di bagian otaknya diukur.
 

Menguraikan hasil studinya, Roth mengungkapkan, "Kapan pun ada adegan brutal kotor muncul, mereka tak menunjukkan emosi apa pun. Pada bagian otak yang berkaitan dengan belas kasih dan dukacita, tak terjadi apa pun."

Secara neurologis, Roth mengungkapkan bahwa perilaku jahat bisa muncul akibat beberapa sebab. Salah satu sebabnya adalah tumor. Setelah tumor diangkat, orang itu akan normal kembali seperti potensi jahatnya dicabut.

"Atau orang yang defisit secara fisiologis karena senyawa tertentu seperti serotonin di otak bagian depan tidak bekerja secara efektif," kata Roth seperti dikutip Daily Mail, Selasa (5/2/2013) lalu.

Dengan temuan ini, Roth mengungkapkan, tindakan kriminal seperti "genetik". Jika ada anak muda yang punya penyakit tertentu di bagian depan otaknya, maka ada peluang sebesar 66 persen anak itu akan melakukan tindakan kriminal. Tetapi, tentu tak otomatis demikian.

Roth mengatakan, tidak semua kriminal identik. Ia membagi pelaku kriminalitas menjadi tiga. Pertama, mereka yang tumbuh di lingkungan di mana pencurian dan pembunuhan dimaklumi. Dengan demikian, ia pun dapat membunuh dan mencuri tanpa rasa bersalah.

Golongan kedua adalah orang yang secara mental terganggu. Mereka melihat dunia atau orang lain sebagai ancaman. Ketiga adalah psikopat murni, orang yang seperti "terlahir" jahat. Adolf Hitler dan Stalin masuk dalam kategori ini.




 


Sumber:
kompas.


Jumat, 25 Januari 2013

Biosentrisme, Hidup Setelah Mati Versi Ilmiah

Dalam dunia sains, mahluk hidup memiliki siklus lahir, hidup, lalu musnah (mati). Sementara pandangan ada kehidupan setelah mati hanya ada dalam doktrin agama. Pada akhirnya, apa yang tertulis dalam kitab-kitab suci mulai diterima secara ilmiah.

Sebuah penelitian ilmiah terbaru menunjukkan kematian bukanlah pemberhentian terakhir. Observasi ilmiah yang dilakukan menyimpulkan kehidupan dan kematian ternyata berkorespondensi dengan "alam lain" (multiverse).

 
Ilustrasi / bertgary.blogspot.com


Paparan ilmiah tersebut dijelaskan oleh teori ilmiah bernama biosentrisme. Menurut teori ini, kendati tubuh dirancang untuk hancur sendiri, namun ada sebuah 'energi' yang bekerja dalam otak, yaitu 'perasaan hidup' mengenai 'siapakah saya'.

"Energi itu tidak musnah ketika manusia mati," tulis ilmuwan terkemuka dunia dan pengarang buku Biocentrism, Robert Lanza.

Menurut Lanza, energi 'perasaan hidup' itu tak tercipta, tapi tak juga bisa musnah. Lantas, apakah energi ini berpindah dari satu dunia ke dunia lain?

Sebuah eksperimen yang belum lama ini dipublikasikan dalam jurnal Science memperlihatkan para ilmuwan bisa mengubah sesuatu yang sudah terjadi pada masa lalu. Lewat percobaan yang menggunakan beam splitter (perangkat optik yang membelah berkas cahaya), partikel-partikel energi diputuskan keberadaannya. Ternyata, dari situ dapat ditentukan apa yang berlaku pada partikel ini pada masa lalu sehingga seseorang dapat menyelami pengalaman di masa lalu.

Kaitan antara pengalaman dan semesta ini melampaui gagasan-gagasan manusia mengenai ruang dan waktu. Tapi biosentrisme sendiri menyatakan, ruang dan waktu bukan obyek sulit seperti yang dibayangkan.

Teori ini menganalogikan waktu sebagai udara yang sia-sia untuk ditangkap manusia karena memang tak pernah bisa diraih. "Anda tak bisa melihat apa pun melalui tulang tengkorak yang menyelimuti otak Anda," kata Robert Lanza. "Apa yang Anda lihat dan rasakan sekarang adalah putaran informasi pada otak Anda."

Menurut biosentrisme, ruang dan waktu semata-mata adalah alat penghimpun informasi secara bersamaan. Karena itulah, dalam dunia yang tidak ada ruang dan waktu, tak ada istilah kematian.


Energi itu kekal

Dalam bukunya, “Ghosthunters,” peneliti hantu John Kachuba menulis, “Einstein membuktikan bahwa seluruh energi di alam semesta adalah tetap dan tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan. Jadi apa yang terjadi denmgan energi itu ketika kita mati? Jika itu tak dapat dihancurkan, energi itu pastinya, menurut Einstein, berubah menjadi energi dalam bentuk lain. Apakah energi baru itu? Apakah kita bisa menyebut kreasi baru itu hantu?”

Gagasan ini muncul dan diusulkan sebagai bukti adanya hantu. Sebuah kelompok di Amerika Serikat yang bernama Tri County Paranormal menyatakan, “Ketika kita hidup, kita memiliki energi listrik dalam tubuh kita. Apa yang terjadi dengan listrik yang berada dalam tubuh kita, yang membuat jantung berdenyut dan kita bernafas?”

Jawaban pertanyaan itu sebenarnya sangat sederhana dan tidak misterius. Setelah seseorang meninggal, energi dalam tubuh mereka maupun seluruh organisme lain pindah ke lingkungan. Ketika seorang manusia mati, energi yang tersimpan dalam tubuh mereka dilepas dalam bentuk panas, dan pindah ke binatang yang mengonsumsi jasad itu, baik binatang liar maupun bakteri dan cacing serta tumbuhan yang menyerap nutrisi dari tanah. Jika jasad itu dikremasi, energi dilepas dalam bentuk panas dan cahaya.

Ketika kita makan tumbuhan atau binatang mati, kita mengonsumsi energi mereka dan mengubahnya menjadi energi bagi tubuh kita. Reaksi kimia ketika makanan dicerna melepas energi yang dibutuhkan binatang untuk hidup, bergerak dan bereproduksi. Energi itu tidak ada dalam bentuk energi elektromagnetik berbentuk bola cahaya, melainkan panas dan energi kimia.





 


Sumber:
tempo

Selasa, 22 Januari 2013

Manusia Purba Bakal Hidup Lagi ?

Bila klaim ilmuwan ini bisa dibuktikan, boleh jadi kita akan melihat manusia purba hidup kembali.

Ilmuwan genetik George Church dari Harvard University mengklaim mampu melakukan kloning pada DNA manusia purba Neanderthal. Dengan demikian, DNA manusia purba yang dimasukkan ke dalam genetik manusia modern itu akan menghasilkan individu baru.
 

 earth-pages.co.uk

George Church, ahli genetika baru-baru ini mengungkap bahwa ia bisa memperkenalkan kepada dunia terkait kekerabatan erat antara manusia purba Neandherthal dengan manusia modern saat ini. George Church menjelaskan, mengkloning manusia Neandherthal bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan.

Yang menjadi kendala ialah, adakah seorang wanita modern saat ini yang siap dan bersedia bertindak sebagai ibu bagi individu kloning tersebut. Untuk melakukan kloning tersebut, George mengatakan bahwa diperlukan ekstraksi beberapa sampel DNA dari tulang fosil manusia purba Neandherthal.

Menggunakan fragmen tulang tersebut, kemudian ilmuwan dapat mengumpulkan DNA lengkap dari spesies yang telah punah tersebut. Menurut George, menciptakan embrio tidak akan menjadi tugas yang sangat rumit untuk diselesaikan.

Kendati demikian, teori yang dikemukakan George mendapatkan berbagai tanggapan dari berbagai kalangan. Newsmax Media melaporkan, George Chruch mengomentari topik kontroversial ini dengan mengatakan bahwa teknologi telah berkembang cepat dari sebelumnya.

"Pertimbangan saya melakukan ini karena melihat berkembang lebih cepat daripada sebelumnya. Jadi, sangat mungkin kloning manusia itu dapat dilakukan," kata George.

Lebih lanjut ia mengatakan, dirinya telah mengatur DNA dari tulang fosil untuk mengonstruksi DNA dari spesies yang telah punah. "Kini, saya butuh wanita yang 'berjiwa petualang'," imbuhnya.

Kendati kedengarannya mudah bagi George, namun gagasan kloning manusia Neanderthal dan meminta seorang wanita untuk menjadi ibu bagi individu "baru" bisa menyebabkan kegemparan. Terlebih, sebagian besar negara tidak mendukung dan perundang-undangan mereka tidak memungkinkan untuk dilakukannya eksperimen tersebut.

Selain itu, beberapa orang juga menyatakan bahwa percobaan tersebut akan bersinggungan langsung dengan keprihatinan terhadap etika dan hukum. Konon, neo-Neanderthals yang apabila lahir pun tidak akan cukup kuat untuk hidup di era modern saat ini. Neo-Neanderthals ini kabarnya memiliki kekurangan pada kekebalan terhadap penyakit modern.




 

Sumber:
okezone

Minggu, 20 Januari 2013

Hiu ini Bisa Merasakan Bahaya Sejak Embrio

Hiu bambu (Chiloscyllium punctatum) jenis hiu yang peka itu, hidup di perairan dangkal Pasifik Barat dan bisa tumbuh hingga 1 meter lebih. Tidak seperti jenis hiu lain, induk hiu bambu tidak melahirkan anak mereka, melainkan melepaskan embrio hidup, berupa calon hiu yang masih berselaput membran. Butuh waktu lima bulan untuk hiu keluar dari embrio.

Selama itulah mereka rentan terhadap bahaya predator, ikan besar atau hiu lain yang bisa merasai bau, arus air dan medan listrik yang dihasilkan gerakan sekecil apa pun.

 
 

"Banyak orang berpikir hiu adalah predator alih-alih mangsa," ujar pakar biologi, Stephen Kijura dari Universitas Atlantic, Florida. Tapi bagi embrio hiu yang hanya diam menunggu saat keluar, jelas mereka sasaran empuk.

Dalam penelitian, tim dari Universitas Australia Barat mendemonstrasikan bagaimana kecilnya si bayi hiu yang sering dimangsa hewan lain harus menjaga dirinya sendiri bahkan dalam usia dini mereka.

Satu tim dari universitas mengamati embrio hiu berukuran 4-5 inchi yang siap pecah. Ketika tim memberi sinyal medan listrik menirukan gerakan mendekati si embrio hiu bambu, makhluk tersebut langsung berhenti bergerak. Mereka menggulung ekor ke dekat tubuh dan diam--beberapa embrio bahkan membeku hingga hampir semenit.
 

Aksi diam dan membeku merupakan tipe respons mangsa terhadap predator ketika tidak ada alternatif lain seperti bertarung atau terbang.

Ketika si bayi hiu mempelajari bahwa gelombang elektrik yang sama terjadi berulang kali  tanpa menimbulkan konsekuensi, mereka pun hanya membeku dalam waktu lebih singkat. Itu berarti mereka memahami bahwa lingkungan sekitarnya tidak berbahaya.

Dari perilaku ini, tim menyatakan penelitian ini bisa mengarah pada pengembangan cara menangkal hiu tanpa membahayakan makhluk tersebut. "Butuh investasi penelitian lebih untuk menghasilkan penangkal hiu. Peralatan itu juga bakal beruga mengurangi insiden hiu tertangkap tidak sengaja, menjauhkan mereka dari peralatan penangkapan ikan, sehingga tak perlu ada hiu mati sia-sia.






Sumber:

Rabu, 09 Januari 2013

Mau Melatih Otak Efisien? Seringlah Bicara Bilingual

Orang yang sering berbicara dua bahasa rupanya memberi banyak manfaat buat otak. Dari hasil pemindaian citra otak, maka penggunaan otak jadi lebih efisien.

Penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang berbicara beberapa bahasa ternyata lebih baik dalam hal multi-tasking. Dengan belajar beralih antarbahasa, otak akan menjadi terampil mengambil kontrol atas tugas dan waktu tertentu ketika mendapati informasi yang tidak perlu. Ini semacam fleksibilitas kognitif yang penting dalam banyak bidang kehidupan dan cenderung akan menurun karena usia.



 
Percobaan

Untuk mengetahui bagaimana bilingualisme bisa meningkatkan fungsi otak, Brian Gold, ahli syaraf di University of Kentucky, Lexington bersama rekannya, menempatkan 80 orang dalam sebuah mesin MRI.

Di dalam mesin itu terlihat aliran oksigen dalam otak mereka saat melakukan tugas dasar penelitian. Responden dianjurkan untuk menekan tombol tertentu dalam menanggapi pertanyaan tentang bentuk benda atau warna.

Para ilmuwan menemukan bahwa orang tua yang berbicara dua bahasa dengan lancar terlihat lebih cepat merespons pertanyaan dibandingkan dengan responden lain yang hanya menguasai satu bahasa.

"Bilingualisme tidak membuat Anda jadi seperti anak muda, tetapi membuat Anda lebih cepat berpikir dibandingkan dengan rekan-rekan yang hanya bicara satu bahasa," ujar Gold seperti dikutip Discovery News.

Hal ini menunjukkan, dengan belajar beralih antarbahasa, otak akan menjadi terampil mengambil kontrol atas tugas dan waktu tertentu ketika mendapati informasi yang tidak perlu.


 


Sumber:
tempo

Senin, 07 Januari 2013

Kelelawar Kebal Berbagai Penyakit Mematikan, lho...

Kelelawar merupakan binatang mamalia yang di dalam tubuhnya terdapat berbagai virus mematikan, seperti Ebola, SARS dan Nipah. Tapi anehnya, hewan ini kebal terhadap virus-virus tersebut.

Selama beberapa dekade terakhir beberapa ilmuwan dibuat bingung bagaimana kelelawar dapat kebal terhadap virus-virus mematikan di dalam tubuhnya. Namun, sebuah penelitian baru tentang gen telah menemukan titik terang menyangkut masalah tersebut.
 

animal.discovery.com


Para ilmuwan mempelajari DNA dari dua spesies kelelawar dan menemukan bagaimana gen yang berhubungan dengan sistem kekebalan tubuhnya telah mengalami perkembangan yang cepat.

Profesor Lin Fa Wang, ahli penyakit menular dari Duke NUS Graduate Medical School di Singapura, yang memimpin penelitian ini, mengatakan bahwa hasil penelitian menjelaskan bagaimana hewan mamalia itu bisa bebas dari penyakit dan dapat hidup lebih lama dari pada hewan mamalia lain yang seukuran, seperti tikus.

"Kami tidak mengatakan kelelawar tidak pernah sakit atau pernah terinfeksi. Yang kami katakan adalah kelelawar dapat mengatasi infeksi jauh lebih baik daripada binatang lain," kata Lin Fa Wang, seperti dilansir Reuters.



Inilah Gen Pembuat Kebal

a menambahkan, yang terjadi pada kedua kelelawar itu adalah munculnya gen yang dikenal dengan nama cytokine storm, gen ini dapat memicu reaksi terhadap kekebalan ekstrem pada infeksi yang berpotensi fatal bagi kelelawar.

"Gen cytokine storm ini yang pada akhirnya membunuh virus-virus yang berada di dalam tubuhnya. Kita pun dapat belajar merancang obat untuk manusia dari gen tersebut untuk meminimalkan kerusakan akibat dari infeksi virus," ujarnya.

Penelitian yang melibatkan peneliti-peneliti dari China, Denmark, Australia dan Amerika Serikat, ini juga menemukan bahwa gen yang memberikan sistem kekebalan tubuh pada kelelawar adalah gen yang sama yang membuat kelelawar memiliki kemampuan untuk terbang.

"Apa yang kami temukan adalah salah satu gen yang berkembang sangat cepat dalam memperbaiki kerusakan DNA. Ini masuk akal, karena ketika terbang metabolisme akan naik dan menghasilkan radikal bebas untuk menghadang virus-virus," tambah Lin Fa Wang.

Lin Fa Wang menegaskan bahwa manusia bisa belajar dari kelelawar yang telah berevolusi untuk menghindari penyakit dan dapat hidup sangat panjang.

"Dengan menggunakan teknik modern, kami dapat merancang obat baru untuk memperlambat proses penuaan, mengobati kanker dan melawan infeksi," kata Lin Fa Wang.






Sumber:

Rabu, 26 Desember 2012

8 Penemuan Hebat oleh Wanita

Di akhir abad ke-20, hanya 10 persen paten penemuan yang diberikan pada kaum perempuan. Bukan berarti kalah pintar dari kaum pria, melainkan butuh waktu puluhan dan mungkin ratusan tahun hingga kaum perempuan bisa sejajar di mata pria.

Contohnya Sybilla Masters yang hidup di abad 18 saat Amerika masih terkenal dengan jaman "wild-wild west". Ia berinovasi dalam proses pembuatan tepung jagung. Hasil temuannya didaftarkan untuk mendapat paten saat pulang ke Inggris di tahun 1715. Ironis, karena masa tersebut tidak mengakui hak kekayaan intelektual bagi kaum perempuan, maka suaminya, Thomas yang berhak mendapat paten.

Barulah di tahun 1809 Mary Dixon Kies menjadi wanita Amerika pertama yang berhak mendapat paten atas namanya sendiri. Ia berhasil mengembangkan mesin tenun jerami pembuat topi. Sejak itu, kaum perempuan mulai bisa diterima di antara hegemoni kaum pria.

Menyebut daftar temuan yang digagas oleh kaum perempuan kini banyak sekali. Kita akan lihat 10 daftar saja yang sangat berguna dalam kehidupan.


1. Aramid atau Kevlar
seacoastonline.com

Aramaid atau Kevlar adalah bahan pada baju anti peluru. Material ini ditemukan tahun 1964, oleh Stephanie Kwolek, seorang ahli kimia berkebangsaan Amerika, yang bekerja sebagai peneliti pada perusahaan DuPont.

Aramid adalah kependekan dari kata aromatic polyamide. Aramid memiliki struktur yang kuat, alot (tough), memiliki sifat peredam yang bagus (vibration damping) , tahan terhadap asam (acid) dan basa (leach) dan selain itu dapat menahan panas hingga 370°C,sehingga tidak mudah terbakar.

Karena sifatnya yang demikian, aramid juga digunakan di bidang pesawat terbang, tank, dan antariksa (roket).Produk yang dipasarkan dikenal dengan nama Kevlar. Kevlar memiliki berat yang ringan, tapi 5 kali lebih kuat dibandingkan besi.


2. Polonium dan Radium
neurope.eu


Marie Curie adalah ahli kimia dan fisika Perancis kelahiran Polandia yang sampai sekarang merupakan satu-satunya orang yang pernah mendapatkan hadiah nobel di dua bidang yang berbeda, yaitu fisika dan kimia.

Penemuannya dibidang radioaktif membuat Marie Curie masuk ke dalam daftar penemu yang berpengaruh kepada dunia. Marie Curie adalah wanita pertama pemenang nobel dan juga adalah wanita pertama yang menjadi professor di universitasnya, Universities of Paris.

Karya dan penelitian Marie Curie membuat para ahli kimia dan fisika mengerti bagaimana cara mengumpulkan sumber-sumber material yang mengandung radioaktif untuk menyembuhkan penyakit sekaligus untuk keperluan riset yang lebih dalam pada zat-zat radioaktif.


3. Chocolate chip cookies

 nist.gov

Kue kering chocolate chip paling enak disantap sore hari sambil minum teh. Penemunya adalah Ruth Wakefield, ahli gizi dan dosen makanan.

Ia dan suaminya pindah ke Boston dan membuka usaha penginapan. Pada suatu hari di tahun 1930 ia sedang menyiapkan hidangan untuk tamu. Wakefield membutuhkan coklat leleh agar resepnya sempurna, sayang ia kehabisan bahan. Akhirnya ia mengambil batangan cokelat Nestle, dihancurkan kecil-kecil dan dilempar ke dalam oven. Ia berharap cokelat tersebut akan mencair. Ternyata yang dihasilkan justru cokelat yang menggumpal kecil-kecil. Itulah sejarah kelahiran chocolate chips.


4.  Mistake Out

 dykestowatchoutfor.com

Sekitar tahun 1951, Ms Graham menjadi sekretaris eksekutif yang sering mengetik dokumen penting. Agar tak usah mengulang mengetik dokumen setiap kali ada salah ketik, ia menggunakan cat putih yang ia ramu sendiri. Ternyata cat putih plus kuas kecil yang dinamakannya Mistake Out itu disukai teman-temannya juga. Akhirnya ia mendirikan pabrik Mistake Out.


 
5. COBOL

 ecured.cu

Laksamana Grace Murray Hooper bergabung dengan militer pada tahun 1943 dan ditempatkan di Harvard University, di mana dia bekerja pada IBM Harvard Mark I komputer, komputer berskala besar pertama di Amerika Serikat.

Pada tahun 1950, Laksamana Hopper menemukan compiler, yang menerjemahkan perintah bahasa manusia (Inggris) ke kode komputer. Perangkat ini berarti bahwa programmer bisa membuat kode lebih mudah dan dengan sedikit kesalahan.

Compiler kedua yang diciptakannya adalah Arus-Matic, digunakan untuk program UNIVAC I dan II - komputer generasi pertama yang tersedia untuk kepentingan komersial. Laksamana Hopper juga mengawasi perkembangan bahasa Business-Oriented Umum (COBOL), salah satu bahasa pemrograman komputer pertama.


6. Colored Flare System


Colored Flare System (CFS) adalah alat komunikasi atau juga tanda darurat seperti yang digunakan kapal laut pada malam hari. Siapa sangka di balik temuan hebat ini hasil kerja keras seorang wanita tangguh, Martha Coston.

Pada tahun 1847 di usia ke-21 ia harus menjanda dengan tanggungan 4 orang anak saat suaminya meninggal. Ia tidak tahu apa yang harus dilakukan, hingga suatu hari membolak-balik catatan milik suaminya dan menemukan rancangan alat komunikasi untuk kapal laut pada malam hari.

Coston lalu menghabiskan waktu hingga 10 tahun merevisi dan menyempurnakan desain suaminya tersebut. Ia berkonsultasi dengan para ilmuwan dan pihak militer tapi belum menemukan jawaban yang tepat. Hingga akhirnya suatu malam saat membawa anak-anaknya melihat kembang api, ia mendapat ide yang bisa diterapkan pada alat buatannya.

Ironis, walau ia sudah membantu pihak militer selama Perang Sipil dengan menghabiskan 1.200.000 CFS, justru ia berutang hingga USD 120,000 dan pihak Angkatan Laut Amerika saat itu tidak mau membayar hanya karena alasan bodoh: bahwa Coston seorang wanita.



7. Dishwasher

 dishwasher ciptaan Cochrane / csupomona.edu


 
dishwasher modern / cooper-electric.net

Pada tahun 1883 Josephine Cochrane ditinggal mati suaminya berikut warisan hutang yang besar. Dalam keputus-asaan otaknya bekerja keras membuat mesin pencuci piring (dishwasher). Akhirnya di tahun 1886 mesin itu pun selesai dan mendapat paten.

Awalnya ia kesulitan menjual mesin tersebut karena dishwasher buatannya membutuhkan air panas agar bisa berfungsi, sementara pada masa tersebut tak banyak rumah tangga yang memiliki mesin pemanas air. Akhirnya Cochrane berfokus pada hotel dan restoran besar. Alasan Cochrane agar mesinnya laku, dengan dishwasher maka pengusaha hotel dan restoran tidak perlu menggaji banyak karyawan hanya untuk pekerjaan cuci piring.


8. Wiper


Pada awal abad ke-20, Mary Anderson berkunjung ke New York. Kondisi di kota 'Big Apple' saat itu baru mulai ramai oleh lalu-lintas mobil walau belum begitu banyak.

Selama berwisata, ia naik trem dan setiap beberapa menit selalu berhenti karena supir harus menyeka salju di kaca depan. Kebetulan saat itu musim dingin. Mary Anderson memperhatikan hal ini, ternyata semua supir melakukan hal yang sama.

Saat ia pulang ke Alabama, dirancanglah sebuah alat yang bisa melekat pada kaca kendaraan. Saat sopir harus membersihkan kaca, ia tak perlu turun dan cukup menarik pegangan pada gagang tersebut untuk membersihkan salju.

Mary Anderson menerima paten pada tahun 1903, dan 10 tahun kemudian mobil-mobil di Amerika sudah menggunakan wiper ciptaannya.








Selasa, 25 Desember 2012

Inilah Lokasi Dasar Laut Terdalam

Challenger Deep, nama itu disematkan karena kedalaman dasar laut mencapai 11 kilometer. Letaknya di palung Marina, di antara Kepulauan Marina, Pasifik Barat. Pada peta, kepulauan ini dekat dengan Papua, Filipina, dan Jepang.

11 kilometer merupakan penunjuk betapa dalamnya Challenger Deep. Seandainya gunung tertinggi di dunia, Mt. Everest dipindahkan ke dasar ini maka akan tenggelam. Gunung tertinggi itu hanya 8,8 kilometer. Masih tersisa 2,2 kilometer yang ditutupi air laut. Sudah bisa membayangkan betapa dalamnya, kan?



Palung Marina terbentuk akibat lempeng samudera terdorong oleh lempeng benua sehingga menyebabkan retakan yang mendalam. Begitu jauhnya dasar di palung ini, tentu cahaya matahari tak bisa menembus. Akibatnya Challenger Deep begitu gelap gulita. Ikan yang hidup di wilayah ini telah beradaptasi dan menghasilkan bentuk yang berbeda seperti contohnya flatfish dan cacing polychaete.

Challenger Deep pertama kali dijelajahi tanggal 23 Januari 1960 saat kapal selam Bathyscaphe Trieste yang diawaki Jacques Picard dan Letnat Don Walsh meluncur ke bawahnya. Mereka membutuhkan waktu 5 jam sebelum akhirnya mencapai dasar. Tekanan yang begitu hebat dan persediaan oksigen hanya memberi waktu 20 menit bagi Picard dan Walsh bertahan di dasar.



Bathyscaphe Trieste /  bbc.co.uk


Di tahun 1995, Jepang mengirimkan Kaiko, robot penyelidik lautan yang menjadi rekor pencapaian sebuah mesin tak berawak ke dasar Challenger Deep.  Kaiko menjadi pioner untuk ekspedisi robot di tahun-tahun selanjutnya.


Rekor terakhir yang dicatat adalah aksi James Cameron, seorang sutradara asal Kanada yang berhasil menyelam solo dalam kapal selam mini Deepsea Challenger pada 26 Maret 2012. Kemajuan teknologi membuat perjalanan Cameron jauh lebih cepat, hanya membutuhkan waktu sekitar 2 jam hingga dasar palung.






Sumber:
tellmewhyfacts

Selasa, 18 Desember 2012

Robot Berawal Karena Ilmuwan Muslim ini

Bicara soal robot, tak ayal kita juga akan mengingat Negara Jepang sebagai pelopor industri robot-robot cerdas dewasa ini. Tetapi  siapa orang yang pertama kali menemukan sistem robotika modern?

Ibnu Ismail Al Jazari, lahir di  Al Jazira, tepatnya antara Sungai tigris dan Efrat. Nama lengkapnya Badi Al-Zaman Abullezz Ibn Alrazz Al-Jazari. Dia tinggal di Diyar Bakir, Turki, selama abad kedua belas.

 hamariweb.com

Seperti ayahnya ia mengabdi pada raja-raja Urtuq atau Artuqid di Diyar Bakir dari 1174 sampai 1200 sebagai ahli teknik. Di masanya, Al Jazari yang telah mampu menciptakan robot manusia (humanoid) yang bisa diprogram. Al Jazari mengembangkan prinsip hidrolik untuk menggerakkan mesin yang kemudian hari dikenal sebagai mesin robot.

Ada pun mesin robot yang diciptakan Al Jazari kala itu berbentuk sebuah perahu terapung di sebuah danau yang ditumpangi empat robot pemain musik; dua penabuh drum, satu pemetik harpa, dan peniup seruling. Robot ini diciptakan untuk menghibur para tamu kerajaan dalam suatu acara jamuan minum.

Sebagai robot pemain musik, tentu saja mereka pun ahli menghasilkan suara musik yang indah. Misalnya saja, robot penabuh drum dapat memainkan beragam irama yang berbeda-beda. Jadi, robot itu pun bermain musik seperti manusia sungguhan!

robot musik / en.wikipedia.org

Penemuan penting lainnya dari Al Jazari adalah pencuci tangan otomatis. Keran tersebut bekerja otomatis bisa mengeluarkan air tanpa harus diputar. Sistem pencuci tangan yang dikembangkan Al Jazari itu juga digunakan saat ini dalam sistem kerja toilet moderen.

Teknologi yang dikembangkan Al Jazari mencapai 50 jenis dan semua ditulis dalam kitab yang berjudul "The Book of Knowledge of Ingenious Mechanical Devices"

Seorang ahli teknik Inggris, Donal Hill begitu kagum dengan pencapaian Al Jazari. Ia berpendapat, ”Tak mungkin mengabaikan hasil karya Al-Jazari yang begitu penting. Dalam bukunya, ia begitu detail memaparkan instruksi untuk mendesain, merakit, dan membuat sebuah mesin."


Replika jam gajah di museum London / freeartlondon.wordpress.com


Salah satu karya Al Jazari yang membuat Donald Hill kagum adalah jam gajah - diciptakan sekitar tahun 1206. Cara kerjanya dengan tenaga air dan berat benda untuk menggerakkan secara otomatis sistem mekanis, yang dalam interval tertentu akan memberikan suara simbal dan burung berkicau. Replika jam gajah dapat dilihat saat ini di London Science Museum.

Pada acara World of Islam Festival yang diselenggarakan di Inggris pada 1976, banyak orang yang berdecak kagum dengan hasil karya Al-Jazari. Ketertarikan Donald Hill terhadap karya Al-Jazari membuatnya terdorong untuk menerjemahkan karya Al-Jazari pada 1974, atau enam abad dan enam puluh delapan tahun setelah pengarangnya menyelesaikan karyanya.
Tahukah kamu bahwa menurut Encylopedia of Britanica, Leonardo Da Vinci mendapat banyak pengaruh ilmu dari Al Jazari...





Minggu, 16 Desember 2012

Ini Cara Membaca Kalender "Kiamat" Maya


Penyebab salah prediksi tentang kiamat berawal dari hitungan di kalender Maya berakhir pada 21 Desember. Sehingga isu pun berkembang soal kiamat diakibatkan tak ada lagi penanggalan setelah itu.

Sesungguhnya,  kalendar Maya akan mengalami siklus tahunan yang terbaru setelah 21 Desember. Jadi hanya akhir periode saja, sama seperti kita melihat kalender masehi di rumah yang selalu berakhir setelah 31 Desember.

Lalu, sebenarnya bagaimana membaca kalender suku bangsa yang tinggal di kawasan Amerika Tengah dan Amerika Selatan ini? Suku bangsa Maya menciptakan sistem matematika mereka sendiri. Mereka menggunakan rangkai titik dan garis untuk mengidentifikasi angka. Satu titik sama dengan satu unit, lalu satu baris sama dengan lima unit. Terakhir ada kerang yang merefleksikan angka nol.


december2012thefacts.com


Jika angkanya sudah di atas 10, membacanya harus ke bawah atau vertikal. Berbeda dengan angka latin yang membacanya ke kanan atau horizontal. Untuk angka 27, misalnya, dalam tulisan suku Maya akan terlihat tiga titik hitam membentuk segitiga dan satu garis. Artinya, satu garis bernilai lima, lalu dua titik di atasnya bernilai dua. Terakhir, satu titik di baris kedua berarti puluhan kedua, yang artinya 20.

Sistem matematika suku Maya untuk angka 10 hingga 19 menggunakan dua baris dan titik. Jadi, untuk 12 akan ada dua baris dan titik dua, 18 akan ada tiga baris dan titik tiga. Penggunaan angka berbeda dengan simbol untuk kalendar suku Maya.


 
 greatdreams.com


 
 drupal.org


 
20 Hari Setiap Bulan
Siklus kalender suku yang acap tinggal di kawasan dataran tinggi ini menggunakan sistem Kalendar Tzolk'in. Sebuah siklus dasar dari kalendar suku Maya yang beroperasi selama 260 hari untuk satu siklus. Salah satu teori yang menjelaskan kenapa ada 260 hari adalah dugaan yang berhubungan dengan lamanya kelahiran. Sumber lain menyebutkan bahwa lamanya hari dalam siklus kalendar Maya berkaitan dengan panjang waktu untuk menanam jagung.

 
 ancientx.com

 
Di kalender suku Maya, ada 20 hari setiap bulan yang disimbolkan dengan gambar bernama glyps. Untuk bulan, ada 13 angka dengan lambang yang disebut tones. Lewat kalender Tzolk'in, suku Maya percaya ada hubungan antara tanggal kelahiran dan karakter seseorang. Ini seperti halnya astrologi yang dipercayai manusia modern.

Orang suci suku Maya juga menggunakan Kalendar Tzolk'in untuk menyelenggarakan upacara agama. Di setiap awal bulan, seorang dukun suku Maya akan menentukan kapan upacara agama dan upacara adat dimulai. Ia kemudian memilih tanggal yang diharapkan menjadi waktu yang paling menguntungkan dan menyejahterakan masyarakat.


 
3 Macam Kalender
Kalender Tzolk'in dinilai tidak akurat karena tidak menganut sistem perputaran matahari. Maka suku Maya pun tak hanya memiliki satu kalender, ada kalendar Haab dan kalendar lingkaran. Kalendar Haab mirip dengan kalendar Gregorian yang digunakan manusia sekarang.

 
 Ilustrasi kalender Tzolk'in / mayan-calendar.com

 
Bangsa Maya mengembangkan almanak ini berdasarkan siklus matahari, dan digunakan untuk aktivitas pertanian, ekonomi, dan akutansi. Setiap bulan ada 20 hari dan setiap tahun ada 18 bulan, sehingga total ada 360 hari.

Astronom Maya menyadari bahwa 360 hari tidaklah cukup untuk matahari melalui satu siklusnya. Mereka berdebat apakah kalendar Haab harus mengikuti siklus seakurat mungkin atau tidak. Sebab, ahli matematika suku Maya tak setuju. Mereka ingin yang sederhana saja, seperti pembagian bulan yang 20 hari sesuai dengan sistem matematikanya. Akhirnya, tercapai kesepakatan ada 18 bulan dengan 20 hari, beserta lima tambahan hari tanpa nama.

Bangsa Maya terus berbenah dalam urusan astronomi. Tak puas dengan Haab dan Tzolk'in, bangsa ini mengembangkan kalendar lingkaran, kombinasi dua kalendar sebelumnya. Dalam kalendar ini, 260 hari di kalendar Tzolk'in dibandingkan dengan 360 hari serta lima hari tanpa nama dari kalendar Haab. Hasilnya, sebuah kalendar lingkaran dengan 18.890 nama unik selama 52 tahun.

 
 saturniancosmology.org

 
Saat itu, kalendar lingkaran menjadi kalendar terlama di Meso-Amerika. Ternyata kalender lingkaran bukan yang terakhir. Pengembangan soal almanak berujung pada kalendar hitungan panjang. Kalendar ini didesain untuk waktu selama 5.125, 36 tahun, sebuah periode waktu yang merujuk sebagai siklus besar. Kalendar hitung panjang dibagi menjadi lima unit. Satu hari (kin), 20 hari (uinal), 360 hari (tun), 7.200 hari (katun), dan 144 ribu hari (baktun).

Antropolog Inggris, Sir Eric Thompson, berusaha mengkonversi kalendar Maya ke kalendar Gregorian, yang dikenal sebagai Thompson Correlation. Para Ilmuwan kemudian berkumpul untuk menentukan tanggal yang cocok sebagai tanggal awal siklus kalendar suku Maya, yaitu 13 Agustus 3114 Sebelum Masehi.

Beberapa tahun terakhir, terjadi salah interpretasi terhadap kalendar hitungan panjang. Pada 21 Desember 2012, versi kalendar Gregorian dibaca menjadi 13.0.0.0.0 dalam kalendar hitungan panjang. Angka ini dianggap sebagai akhir dari siklus besar. Tak ada prasasti suku Maya yang menyebutkan bahwa terjadi kiamat ketika siklus besar berakhir.

Kejadian yang berhubungan dengan angkasa hanyalah posisi matahari. Untuk pertama kalinya selama 25.800 tahun, matahari akan sejajar dengan pusat galaksi, bimasakti. Peristiwa ini, menurut astronom, tidak akan mempengaruhi bumi. Yang jelas, siklus baru kalendar maya tetap berjalan.




 



Sumber:
tempo

Sabtu, 15 Desember 2012

Apa Penyebab Kiamat Pertama? Karena Mikroba

Teori yang dikemukan soal kiamat di jaman dinosaurus dulu, atau Mesozoic Era, diduga terpicu oleh letusan gunung berapi di wilayah luas yang sekarang disebut Siberia. Bencana alam pada akhir periode Permian ini mendorong kenaikan emisi gas rumah kaca secara drastis sehingga membunuh makhluk hidup.

Kini muncul hipotesa baru tentang penyebab musnahnya semua hewan raksasa tersebut, dan penyebabnya ternyata mahluk dari dunia renik, yakni mikroba. Seperti dilansir Tempo, teori baru ini dikemukakan oleh Daniel Rothman dari Massachusetts Institute of Technology, Amerika Serikat.

 
to-parakseno.gr

Rothman menganalisis sampel sedimen tanah dari Cina. Usianya diperkirakan akhir periode Permian. Dari analisis diketahui kadar karbon Bumi kala itu melonjak tajam.

Menurutnya, kenaikan karbon ini terlalu drastis untuk proses geologi seperti letusan gunung berapi. "Mikroba dapat menghasilkan senyawa karbon secara cepat," ujar dia.

Simpulan itu diambil usai Rothman menganalisa genom Methanosarcina, sebuah metanogen yang bertanggung jawab untuk sebagian besar produksi gas metana biogenik di Bumi saat ini. Ia menemukan bahwa mikroba telah mampu menghasilkan metana sejak 231 juta tahun lalu. Inilah yang mengindikasikan mikroba sebagai penyebab kepunahan massal.

Apalagi, masih dari analisis sedimen, Rothman dan rekan-rekannya menemukan kadar nikel melonjak tajam persis 251 juta tahun lalu. Nikel diperkirakan berasal dari lava gunung berapi raksasa di Siberia. Nah, Methanosarcina menggunakan nikel dalam jumlah besar ini untuk menghasilkan metana secara cepat.

 
timeforkids.com

"Ini menunjukkan Methanosarcina memicu kepunahan massal," kata Rothman pada pertemuan American Geophysical Union di San Francisco.

Gagasan ini cukup meyakinkan bagi sebagian ahli geologi. Gagasan Rothman, yang menyatakan suatu makhluk hidup memicu kepunahan makhluk hidup lainnya, cukup menarik. 

"Mirip dengan kepunahan yang terjadi saat ini, sebagian sebagian besar didorong oleh manusia," kata Anthony Barnosky dari University of California, Berkeley.





 


Sumber:
tempo

Kamis, 13 Desember 2012

8 Penemuan Sains yang Membuka Mata Dunia

Ilmu pengetahuan terus bergerak maju. Berbagai penemuan baru yang mengejutkan dan membuka mata manusia menjadi tonggak penting dalam peradaban. Bahwa hal yang dulu hanya khayalan telah menjadi kenyataan, serta penemuan-penemuan ini semakin menyadarkan bahwa ada Dzat yang Maha Besar sebagai sumber kehidupan.

Beberapa hal yang patut kita ketahui misalnya terpapar pada 8 daftar di bawah ini.


1. Ununseptium


Unuseptium yang untuk sementara dinamai unsur ke 117 merupakan kombinasi antara isotop berkelium dan kalsium yang diciptakan para ilmuwan di Dubna, Rusia. Para fisikawan mengatakan bahwa unsur ini bisa menunjukkan “island of stability”, dimana unsur yang terberat bisa bertahan selama berbulan-bulan.
Unsur dengan nomor atom 117 ini dibuat dengan cara memborbardir 249Bk dengan ion kalsium dalam siklotron JINR U4000 selama 150 hari yang terdapat di Dubna.

Keseluruhan proses yang memakan waktu tidak lebih dari 320 hari yang merupakan waktu paruh unsur Bk (150 hari dalam siklotron+analisis data+review oleh tim peneliti) ini akhirnya berhasil menghasilkan 6 atom Ununseptium. Masing-masing dari keenam atom tersebut kemudian meluruh dengan memancarkan partikel alfa menjadi unsur bernomor atom 115 kemudian 113 sampai intinya terbelah menjadi dua atom yang lebih stabil.


2. Gen Penyebab Penuaan


Manusia memiliki sel tubuh yang regeneratif, bisa terus memperbarui jumlahnya. Namun teka-teki penyebab ketuaan menjad perhatian ilmuwan. Secara genetika, ternyata terdapat unsur penyebab kita tak bisa awet muda selamanya.

Dan pada beberapa orang ada yang tampak tua lebih cepat. Apa sebabnya? Para ahli genetika menemukan bahwa hal tersebut disebabkan oleh ulah gen TERC. Gen tersebut menentukan panjang telomer, semacam tutup yang terdapat pada ujung kromosom.

Orang pembawa gen itu akan cenderung mengalami penuaan lebih cepat sebab telomernya akan memendek lebih cepat. Orang yang membawa satu copy gen itu misalnya, akan tampak sama tua dengan orang yang 3-4 tahun lebih tua darinya. Penelitian tentang gen TERC itu dipublikasikan dalam Jurnal Genetics.


 
3. Planet Ekstra Surya

3news.co.nz
 
Para peneliti menemukan bahwa terdapat banyak sekali planet di luar tata surya. Salah satunya adalah planet HIP 13044b yang ditemukan oleh Astronom asal Indonesia, Johny Setiawan. Planet tersebut sebenarnya merupakan planet ekstra surya tetapi masuk ke galaksi Bima Sakti. Penemuan planet ekstra surya lainnya adalah adanya 7 planet yang mengorbit pada bintang HD 10180.

Sementara, penemuan planet lainnya yang juga memukau adalah Gliese 581g, planet ekstra surya dikatakan mengorbit bintangnya pada jarak yang tak terlalu panas ataupun dingin, seperti bumi mengorbit matahari. Digadai-gadai beberapa planet tersebut jadi tujuan manusia sebagai pengganti bumi.


4. Penemuan Metamaterial

lifeboat.com

Penemuan ini dilakukan oleh Profesor Martin McCall dan Imperial College, London. Metamaterial yang dibuat dikatakan bisa “mengaduk” aliran energi elektromagnetik. cahaya yang melewati metamaterial tersebut akan terhambur secara tidak merata, membentuk gap antara ruang dan waktu.

Sehubungan dengan metamaterial, bisa lihat di artikel alat-penyusut-benda-buatan-china



5. Muons


Para ilmuwan mengatakan bahwa jumlah materi dan anti materi yang dihasilkan sebelum big bang haruslah berbeda. Hanya perbedaan itulah yang memungkinkan terciptanya semesta. Sebelumnya, perbedaan itu hanya mungkin dalam teori.

Percobaan partikel di Fermilab menemukan bahwa muons (partikel sub atomik seperti halnya elektron) yang dihasilkan memiliki kelebihan 1% anti muons. Perbedaan muons dan anti muons tersebut memang tidak terlalu banyak. Namun, para ilmuwan mengatakan bahwa jumlah itu cukup untuk memacu terciptanya semesta.


 
6. Bulan Lebih Basah Daripada Sahara

 en.newsbharati.com


Misi Lunar Crater Observation and Sensing Satellite (LCROSS) berhasil menemukan keberadaan air di bulan cukup mengejutkan. Air yang terdapat di kutub selatan bulan itu terdapat dalam bentuk es yang tercampur dengan materi lain. Para peneliti mengatakan, es tersebut bisa diolah menjadi air murni. Dan jumlahnya lebih banyak daripada air di Gurun Sahara.


7. Piramida Teotihuacan di Meksiko
 


Para arkeolog yang meneliti Piramida Teotihuacan berhasil menemukan koridor selebar 12 kaki lengkap dengan bagian atapnya. Dengan penemuan koridor tersebut, para arkeolog berharap bisa mengetahui jalan menuju pemakaman para rabi atau pemimpin agama dalam peradaban Mexico tersebut.



8. Penemuan Australopithecus sediba

Para ilmuwan menemukan fosil Australopithecus sediba, sebuah spesies manusia purba di wilayah Malapa, Afrika Selatan. Fosil tersebut diduga berasal dari masa 2 juta tahun yang lalu. Para palaentolog menduga, fosil tersebut berkaitan dengan fosil manusia purba Homo erectus yang secara evolusioner kemudian berkembang menjadi Homo sapIens atau manusia modern.














Sumber:
adasaja21

Rabu, 12 Desember 2012

Mungkinkah Melakukan Perjalanan Melintas Waktu?

Mesin waktu selalu menjadi pertanyaan yang menarik untuk diungkap. Berbagai film fiksi ilmiah dibuat dengan asas teori fisika yang sebenarnya memberi titik cerah akan pertanyaan mendasar ini, "Mungkinkah manusia melakukan perjalann melintasi waktu?" Jawabannya cukup singkat: Mungkin saja.

Bagaimana teori itu bisa dijabarkan, dan perjalanan seperti apa yang memungkinkan? Para ilmuwan telah meneliti teori relativitas Albert Einstein selama bertahun-tahun, dan menyatakan cara yang paling 'masuk akal' bagi manusia agar bisa menembus ruang dan waktu.

 
 mesin waktu/timemachine.wikia.com


Untuk bisa menjawab pertanyaan tersebut, kita harus menyadari soal kecepatan cahaya. Bahwa waktu berjalan semakin lambat saat kita bisa mendekati kecepatan cahaya.

Hal ini pernah diuji oleh Paul Davies, penulis buku "How to Build a Time Machine" dengan melihat pergerakan jam dalam kereta yang melaju sangat cepat. Ternyata jarum jam bergerak lebih lambat dibandingkan jam stationer.

Kesimpulan ini pun diajukan Brian Greene, penulis buku "The Universe Elegant" yang juga seorang fisikawan di Universitas Columbia.

"Jika Anda ingin tahu seperti apa bumi satu juta tahun dari sekarang, saya akan memberitahu Anda bagaimana untuk melakukan itu," kata Greene. "Buatlah sebuah pesawat ruang angkasa yang bisa mencapai kecepatan cahaya. Lalu naik di dalamnya selama beberapa waktu, dan ayo kembali ke bumi setelah itu. Setelah melangkah keluar dari pesawat, Anda akan memiliki usia mungkin satu tahun, sementara bumi akan berusia satu juta tahun. Anda akan melakukan perjalanan ke masa depan bumi. "

Teori ini mungkin bisa lebih mudah dipahami bila Anda menonton film seri "No Ordinary Family" yang mengisahkan keluarga super dengan bakatnya masing-masing. Sang istri bisa bergerak sangat cepat seperti Flash, sehingga dalam satu episode ia bisa melangkah ke masa depan.

Namun, kecepatan cahaya bukan satu-satunya cara untuk menembus waktu. Massa juga mempengaruhi waktu.

"Waktu berjalan sedikit lebih cepat di ruang angkasa daripada yang dilakukannya di atas bumi," kata Davies. Jam kapal satelit yang mengorbit mengalami dilatasi waktu karena kedua kecepatan orbit dan jarak yang lebih besar dari pusat gravitasi bumi.


Bila perjalanan menuju masa depan sangat mungkin, bagaimana dengan kembali ke waktu masa lalu? Setidaknya ada 3 teori yang hingga saat ini masih berupa hitung-hitungan di atas kertas, belum sampai tingkat pembuktian.

 
1. Wormhole
Wormhole atau lubang cacing adalah  jalan pintas melalui ruang dan waktu.  Jika digambarkan melalui bidang datar, seperti kertas yang dilipat, lubang cacing membengkokan bidang tersebut, sehingga kedua ujung akan saling bertemu.

 


"Wormhole adalah seperti terowongan atau jalan pintas antara dua titik yang jauh," kata Davies, "Jadi misalnya, jika saya memiliki lubang cacing di kamar hotel saya dan saya melompat melaluinya, maka saya tidak akan keluar di Pennsylvania Avenue. Saya mungkin akan keluar dekat sisi lain dari galaksi. "

Menurut fisikawan terkemuka, Stephen Hawking, lubang cacing yang terjadi pada tingkat kuantum secara teoritis bisa memberikan pijakan untuk perjalanan waktu. Namun Hawking masih mempertanyakan, seandainya perjalanan waktu dengan wormhole sudah dilakukan, seharusnya kita saat ini bisa bertemu dengan orang-orang dari masa depan yang datang ke jaman kita sebagai wisatawan waktu.

"Sejumlah pertanyaan tentang perjalanan waktu tetap belum terjawab. Akankah ada wisatawan waktu dari masa depan yang pernah muncul untuk membantu kami keluar? Kami hanya harus menunggu dan melihat. Tetapi jika mereka datang ke sini menggunakan mesin waktu lubang cacing, kita harus membangun yang pertama," papar Hawking.

Nyatanya kisah tentang orang yang mengaku pernah naik mesin waktu belum bisa dibuktikan, dan masih berbau hoax belaka (lihat artikel orang-yang-mengaku-pernah-naik-mesin waktu).

 
2. Dimensi keempat

Dalam fisika, waktu digambarkan sebagai dimensi seperti panjang, lebar, dan tinggi. Contoh, ketika kita melakukan perjalanan dari rumah ke sebuah toko, itu artinya kita bepergian melalui arah dalam ruang, membuat kemajuan di semua dimensi spasial lebar-panjang, dan tinggi.
Nah, dimensi keempat adalah yang disebut sebagai ruang-waktu. "Ruang dan waktu yang kusut bersama-sama diibaratkan dengan kain empat dimensi yang disebut ruang-waktu," kata Charles Liu, seorang astrofisikawan dengan City University of New York, College of Staten Island.

 
science.howstuffworks.com

Ruang-waktu, menurut Liu, dapat dianggap sebagai bagian dari spandex - serat sintetik dengn elastisitas yang luar biasa - dengan empat dimensi.

"Ketika sesuatu yang memiliki massa-Anda dan saya, obyek, planet, atau bintang-duduk di potongan empat dimensi spandex, menyebabkannya untuk membuat lesung pipi," katanya. "Lesung Itu adalah manifestasi dari ruang-waktu untuk mengakomodasi massal ini."

Singkatnya begini, lesung-pipi waktu yang dimaksud Liu adalah pembengkokan ruang-waktu. Hal ini bisa membuat obyek bergerak pada jalur melengkung.. Teori dimensi keempat ini masih ada hubungannya dengan lubang cacing atau wormhole.



3. Cosmic String

Teori lain adalah kosmik string, yakni semacam tabung energi yang membentang di seluruh alam semesta yang terus berkembang. Daerah-daerah di sisa dari kosmos awal, diperkirakan mengandung sejumlah besar massa dan karenanya dapat menggulung ruang-waktu di sekitar mereka.

 
simulasi cosmic string / aether.lbl.gov


String kosmik terjadi terus berulang, tanpa akhir karena alam semesta terus berkembang. Pendekatan dua string yang bergerak sejajar (paralel) satu sama lain, akan membengkokkan ruang-waktu begitu keras hingga memungkinkan seseorang bisa membuat perjalanan waktu. Teori ini dikemukakan oleh J. Richard Gott, fisikawan dari Princeton University dan penulis “Time Travel in Einstein's Universe”.

Bagaimanapun, 3 teori di atas masih memberi kesimpulan yang sama di mata para ilmuwan. Bahwa, perjalanan waktu adalah mungkin, sepanjang manusia melompat ke masa depan dan tidak ke masa lalu.

Mengapa? Karena hukum aksi-reaksi masih berlaku di alam semesta. Suatu perbuatan di suatu waktu akan berpengaruh di masa berikutnya. Misalnya saja, seseorang bisa kembali ke masa silam lalu membunuh kakek atau neneknya, maka apa yang terjadi? Keseimbangan alam akan terganggu, demikian juga perjalanan sejarah ikut berubah.





Dari berbagai sumber